DESCRIPTION

Penolakan pembangunan gereja di Depok, seperti di Cilodong, dipicu oleh kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang buruk dari pihak gereja kepada warga dan pengurus lingkungan. Warga dan pengurus lingkungan (RT/RW/LPM) merasa tidak dilibatkan sejak awal, tidak ada diskusi, dan bahkan ada dugaan manipulasi data tanda tangan dalam proses perizinan. Meskipun pihak gereja mengklaim telah menempuh jalur resmi dan ada mediasi, penolakan tetap terjadi karena warga merasa tidak dihargai. Beberapa alasan penolakan yang disampaikan warga: (1) Tidak ada sosialisasi dan komunikasi: Warga mengklaim pihak gereja tidak pernah melakukan sosialisasi, diskusi, atau mediasi dengan masyarakat setempat sejak awal. (2) Ketidaksetujuan pengurus lingkungan: Pengurus lingkungan seperti RT, RW, dan LPM menyatakan tidak pernah memberikan izin atau persetujuan untuk pembangunan tersebut. (3) Dugaan manipulasi data: Warga menduga ada manipulasi data tanda tangan warga dalam proses perizinan. (4) Perasaan tidak dihargai: Warga merasa pihak gereja tidak menghargai warga dan lingkungan sekitar, berbeda dengan pembangunan gereja lain yang berjalan lancar karena pendekatannya baik.

META DATA

Kasus KBB
Ya
Solusi
Setelah viralnya kejadian penolakan pembangunan gereja, aparat pemerintah setempat mengambil langkah untuk melakukan mediasi kepada pihak gereja dan para penolak. Dari mediasi tersebut disimpulkan beberapa kesepatan: pihak gereja sepakat untuk menghibahkan sebagian lahan untuk jalan dan memperbaiki sistem drainase untuk menghindari banjir. Pihak gereja juga memberi kesempatan kepada warga untuk menggunakan fasilitas gereja untuk acara lingkungan. Setelah mediasi, pembangunan sempat ditunda dan spanduk penolakan dicopot setelah ada kesepakatan tersebut.
Bentuk Solusi
Selesai
Status KBB
Berpotensi Mendukung KBB
Data
Tautan
Komunitas Terdampak
GBKP Runggun Studio Alam